BandarQ | AduQ Terpercaya
KUMPULQQ BandarQ | AduQ Terpercaya
Home / Cerita Dewasa / Aku Seorang Lesbian???

Aku Seorang Lesbian???

Seru-Nikmat-Aku-SeorangLesbian

Seru Nikmat – Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman pribadi saya yang mungkin tidak akan saya lupakan seumur hidup. Jika dikatakan sebagai lesbi, mungkin agar kurang tepat. Hal ini karena saya sendiri masih tertarik dengan pria. Tapi ada satu sifat saya yang aneh karena kadang saya terangsang saat melihat sesama jenis. Apalagi kalau melihat ada perempuan yang memakai baju yang ketat atau baju yang sedikit transparan.

Saya sendiri memiliki seorang kekasih berinisial V. Sejak bangku SMA saya sudah menjalin hubungan. Hubungan saya bersama dengan dia sejujurnya masih belum terlalu jauh. Paling jauh hanya kami pernah melakukan petting. Itupun masih memakai pakaian dalam. Meski terkadang melakukan hal tersebut, saya merasa tidak puas. Kekasih saya selalu ‘keluar’ terlebih dahulu dan saya pun belum sempat merasakan yang namanya orgasme.

Singkat cerita, saya menjadi bosan dan mulai mencari hal yang baru untuk dilampiaskan. Awalnya di suatu malam, kekasih saya baru saja pulang dari rumahku usai kami melakukan petting. Seperti biasa, dia sudah ‘keluar’ sebelum aku sempat mengalami orgasme. Pada malam itu, saya benar-benar kesal. Sampai pada akhirnya saat saya tengah tidur-tiduran, perasaan tersebut kembali datang. Saya horny dengan amat sangat.

Dengan tanpa saya sadari, saya mulai berfantasi dengan hubungan seksual bersama dengan seorang pria kekar dengan begitu jantannya bisa membuat saya orgasme sampai dengan berkali-kali. Dan kembali, dengan tidak saya sadari, tangan saya mulai meremas tetekku sendiri. Aku kemudian sangat terangsang pada saat itu. Aku sebenarnya tidak ingin untuk masturbasi. Akan tetapi dorongan untuk melakukannya sangat kuat.

Saat itu hanya kenikmatan yang saya rasakan. Dengan sambil terus berfantasi, saya pun mulai membuka baju kaos yang saya pakai pada saat itu. Sampai hanya tinggal BH dan juga celana dalam saya yang tertinggal melekat pada tubuh saya. Saya sendiri jika berada di rumah atau di kamar, saya jarang memakai celana dan hanya memakai kaos saja. Kemudian aku melanjutkan meremas-remas dengan lembut payudara saya, sambil sesekali memainkan pentil saya.

Lama-kelamaan nafas saya mulai tidak teratur. Tangan kanan saya kemudian bergerak menuju ke bawah melewati perut saya. Kemudian tangan saya berhenti di bagian pusar untuk bermain-main di daerah tersebut. Kulanjutkan lagi ke bawah dengan mengelus-ngelus bagian memek yang masih terbungkus celana dalam berbahan katun yang saya pakai. Saya sendiri merasakan hal yang berbeda serta rangsangan yang belum pernah kurasakan bersama dengan kekasih saya.

Setelah rasanya sudah cukup lama saya bermain di luar celana dalamku, tangan saya kemudian mulai masuk ke dalam. Dengan lembut saya elus rambut-rambut lembut dan halus yang ada di area memek saya. Saya sendiri cukup menjaga daerah kewanitaan saya dan saya sering mencukurnya. Lalu kumainkan klitoris saya yang sudah mulai menonjol. Saya merasakan memek saya sudah lembab karena cukup lama saya merasa terangsang.

Saya kemudian menggesek-gesekkan jari saya di bagian klitoris sampai tubuh saya bergetar tidak karuan. Saat saya mulai memainkan bibir memek saya, saya sempat terkejut karena tiba-tiba pintu kmaar saya dibuka oleh seseorang dengan cepat. Ternyata dia adalah sahabatku yang berinisial T. Saya sendiri terkejut dan cukup malu pada saat itu karena saya masih dalam keadaan telentang di tempat tidur dan hanya dibaluti BH dan celana dalam saja.

Pada saat itu juga BH saya sudah tersingkap. Ditambah lagi posisi dari tangan saya berada di dalam celana dalam saya sendiri. Sama halnya dengan saya, teman saya T hanya bisa berdiri kaku dengan tidak mengeluarkan satu kata pun. Teman saya T merupakan seorang gadis yang memiliki tubuh yang ideal. Terkadang juga saya iri dengannya karena tubuhnya yang menawan. Pinggulnya besar, payudaranya berukuran 34B dengan tinggi 160 cm.

Perutnya cukup langsing. Hal tersebut mungkin membuat para gadis iri kalau melihatnya. Usai kami sama-sama terdiam beberapa detik, akhirnya teman saya memecahkan suasana dengan senyumnya yang nakal dan berkata, “Sedang apa Vi?” Dengan terbata-bata saya menjawab pertanyaannya tersebut, “eng.., ngg.., engga ngapa-ngapain kok.” Lalu dia membalas perkataan saya dengan masih tersenyum nakal sambil mendatangiku.

Saya sendiri masih dengan posisi telentang dan setengah telanjang. Tanpa mengeluarkan satu kata pun, dia kemudian mengelus payudara saya. Saya sontak kaget, namun dia hanya berkata, “Santai saja. Tadi belum puas kan ya?” Saya sempat risih pada awalnya saat dia mulai menyentuhku. Tapi entah bagaimana saya hanya terdiam dan merasa enak menerima elusannya tersebut. Lalu dia membuka BH yang saya pakai dan kemudian menciumnya dengan lembut.

Tidak berselang lama, saya sudah terangsang dibuatnya. Nafasku mulai tidak beraturan. Setelah beberapa menit dia mencium serta menjilat kedua tetek saya, dia lalu mulai membuka celana dalam saya yang masih saya pakai. Lalu dia memulai menjilati ibu jari kakiku. Perlahan dia mulai naik sampai ke betik, lalu paha dan sampailah dia ke pangkal pahaku. Menerima perlakuannya tersebut saya benar-benar merasa terangsang.

Badan saya mulai gelisah dan bergerak ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi jilatan-jilatannya di area memek saya. Dia lalu berhenti sebentar dan berdiri. Kemudian baju yang dia pakai mulai dia buka. Saat itu pula saya melihat kedua teteknya yang putih dan kencang. Pentilnya sendiri berwarna coklat muda dan hal tersebut tanpa saya sadari membuat saya menjadi tambah terangsang. Apalagi saat dia membuka celana dalamnya.

Pada saat itu saya merasakan darah saya berdesir dari jantung yang kemudian menuju ke memek saya yang kemudian membuatnya berdenyut-denyut. Usai membuka semua pakaiannya, dia lalu kembali naik ke atas tempat tidurku kemudian dia mulai menjilati kembali pangkal paha saya sambil sesekali meremas tetek saya. Seperti tersetrum listrik rasanya saat dia mulai menjilati bibir memek saya. Badan saya mulai mengejang karena nikmatnya. Cukup lama dia menjilati bibir memek saya dan kemudian berlanjut ke klitoris saya.

Tidak hanya menjilati bibir memek saya, dia juga kadang menggigit-gigit dengan lembut klitorisku yang kemudian membuatku kelojotan. Usai agak lama dia pun mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang memekku yang sudah sedari tadi basah. Dia lalu memutar-mutar jarinya tengahnya di pintu masuk memekku terkadang juga dia memasukkan jari tengahnya ke dalam memekku dengan perlahan. Erangan kenikmatan pun tercetus dari bibir saya.

Dia kemudian mulai memasukkan jarinya maju-mundur dengan irama yang semakin lama semakin cepat. “Ahh..,” suara desahan kenikmatan tidak kuasa saya tahan lagi. Semakin dalam dia memasukkan jarinya ke dalam memekku semakin tidak kuasanya diri ini menahan nikmatnya. Sampai pada akhirnya tubuh ini menahan aliran dari dalam diri ini seperti suatu kenikmatan yang berpusat di vagina saya yang kemudian menjalar ke semua tubuhku. 

Jeritan yang tertahan disertai tubuh yang menggelinjang kenikmatan hanya dapat saya tahan dengan memagut bibir tipis ini sambil mencengkram erat bed cover ranjangku. Sungguh suatu kenikmatan dan perasaan yang sangat luar biasa. Saya hanya terkulai lemas walaupun dalam hati kecil ini masih mengharapkan untuk hal yang selanjutnya. Melihat diriku sudah mencapai orgasme, T pun mulai mengarahkan tangan saya ke arah buah dadanya yang putih mulus itu.

Saya pun langsung menyambutnya dengan elusan-elusan lembut di sekeliling puting susunya, dan secara perlahan-lahan kuusap, terus ke arah tengah buah dadanya, sampai akhirnya kuusap lembut kedua puting susunya yang sudah tegang sedari tadi. Kukulum kedua jari telunjukku, kubasahi dengan ludahku, lalu kuteruskan memberikan stimulasi di kedua puting susunya. Leguhan yang keluar dari bibirnya semakin membuatku terangsang untuk memberinya stimulasi yang lebih hebat.

Lalu saya pun duduk tepat di depannya dan mulai menjilati daun telinga kirinya sambil tetap kedua tanganku memberikan stimulasi di kedua buah dadanya. Kujilat sambil sesekali kugigit-gigit kecil daun telinganya, sambil terus turun ke arah leher, pundak, lalu ke tengah-tengah antara kedua buah dadanya, lalu menuju ke arah buah dadanya yang sebelah kiri. Kujilat terus sampai menuju puting susunya. Lalu aku berhenti di sana, kujilat, kumainkan lidahku di sana sambil sesekali kuhisap dan kugigit-gigit kecil.

Tubuhnya pun mulai terlihat berkeringat, gerakan-gerakannya semakin gelisah sambil menggigit bibir bawahnya, suara leguhan dan desahan pun tidak urung keluar dari bibirnya itu. Setelah itu saya menuju ke arah buah dadanya yang sebelah kanan, kulakukan persis sama seperti ketika kustimulasi buah dadanya yang sebelah kiri cukup lama. Lidahku pun mulai bergerak turun ke arah perutnya yang langsing dan putih mulus, terus ke bawah sampai ke pusarnya.

Lalu kujilat-jilat pusarnya yang mengakibatkan tubuhnya semakin berkeringat dan berkelonjotan. Dari pusar aku meneruskan lidahku ke bawah, ke arah kemaluannya. Kujilat lembut rambut-rambut kemaluannya. Lalu lidahku kuarahkan ke pangkal pahanya. Kucium-cium lembut pangkal pahanya yang membuatnya kegelian. Kusentuh dengan jariku bibir kemaluannya yang sudah basah oleh cairan pelumas yang dikeluarkan oleh vaginanya akibat rangsangan-rangsangan yang tadi kuberikan.

Baca juga lainnya : Pengalaman M3m3kku Dijilat

Kugesek-gesekkan jariku di sana. Leguhan yang keluar dari bibirnya pun semakin menjadi-jadi mengimbangi permainanku. Semakin banyaknya pula cairan yang keluar dari kemaluannya. Setelah agak lama jariku kugesek-gesekkan bibir kemaluannya, dengan suaranya yang mendesah, ia pun memintaku untuk menjilati liang kewanitaannya. Tanpa berpikir panjang, aku pun mulai menjilati bibir kemaluannya walaupun saat itulah untuk pertama kalinya aku menjilat bibir kemaluan seorang wanita.

Leguhan dan desah nafasnya semakin memburu. Lalu dengan kedua jariku, kutarik lipatan vaginanya ke atas sampai dapat kulihat klitorisnya yang berwarna pink itu. Kujilat-jilat dan kuhisap lembut. Tetesan keringatnya pun semakin membasahi tubuh indahnya itu. Dia kemudian menarik tubuhku dan mengajakku untuk membentuk posisi 69 dengan posisiku yang berada di atas. Terus terang, pada saat menstimulasinya kemaluanku pun sudah sangat basah akibat terangsang hebat, walaupun ini adalah untuk pertama kalinya aku berhubungan dengan sejenis.

Sambil menjilati klitorisku ia memasukan jari tengahnya ke dalam liang kemaluanku yang sudah basah itu dan menggerak-gerakkan jarinya maju-mundur. Menerima perlakuan itu membuat diriku pun tidak mau kalah dan terus menstimulasi kemaluannya semakin hebat. Tidak lama kemudian tubuhnya terlihat mengejang menandakan orgasmenya telah tiba. Ia menghentikan kegiatannya menstimulasi kemaluanku dan mendekap pinggulku erat sambil meremas kedua pantatku disertai leguhan panjang nikmat dari bibirnya.

Dengan nafas yang masih terengah-engah lalu ia menyuruhku mengganti posisi membentuk posisi menyerupai huruf X, dimana kemaluan kami bertemu di tengah-tengah. Kami pun seakan telah terbiasa dengan posisi tersebut mulai menggerak-gerakkan pinggang kami hingga kemaluan kami saling bergesekan satu sama lain. Sensasi rasa yang ditimbulkannya sangat luar biasa.Nafas kami berdua semakin memburu mengimbangi gesekan-gesekan di kemaluan kami yang semakin lama semakin cepat.

Posisi ini kami lakukan sambil ia menjilat-jilat telapak kakiku, lalu ia pun mengisap-isap jari-jari kakiku yang menambah rangsangan di tubuhku. Setelah sekitar 10 menit kami dalam posisi itu, aku pun berteriak dengan nafas yang terengah-engah dan memberitahukannya bahwa aku sebentar lagi keluar karena aku merasakan kemaluanku seperti berdenyut-denyut. Ia pun membalas dengan menjawab bahwa ia pun sebentar lagi akan keluar dan mengusulkan untuk mengeluarkannya bersama-sama.

Dalam hitungan detik tubuh kami menggelinjang secara bersamaan tersengat hawa kenikmatan yang menjalar di tubuh kami berdua sampai akhirnya kami berdua terkulai lemas di atas ranjangku dengan nafas terengah-engah dan ranjang yang membasah terkena keringat kami berdua. Setelah nafas kami mulai normal, dengan tubuh masih telanjang ia memeluk lembut tubuhku lalu mengecup bibirku dengan lembut, lalu setelah itu ia mengecup keningku sambil berkata, “Vi, kamu hebat! makasih ya.”

Cukup lama kami tiduran sambil berpelukan sampai akhirnya ia memutuskan untuk menelepon rumahnya dan memberitahukan bahwa ia akan menginap di rumahku. Malam itu kami tidur bersama di bawah satu selimut tanpa mengenakan selembar benang pun di tubuh. Sampai sekarang pun ia masih sering menginap di rumahku dan kami pun sering melakukannya dengan berbagai posisi dan variasi.Pernah juga S datang dan membawa sebuah dlido (penis mainan) yang bervibrator sepanjang 20 cm dengan diameter 3 cm dan kami pun sempat bermain-main dengan alat itu. Sekarang ini sudah sekitar 2 minggu kami tidak berkomunikasi lagi. Ia sibuk dengan kegiatannya sendiri dan begitu juga denganku. Demikian cerita nyata saya yang dapat saya ceritakan walaupun dengan tulisan yang jauh dari sempurna ini karena terus terang ini adalah pengalamanku yang pertama kali menulis kisah nyata di sini.

===================================

=========================================

UNTUK PENDAFTARAN PERMATA POKER , BISA : KLIK DISINI !!!

DewaPoker | Poker Online Terpercaya

=========================================

===================================

Agen Poker Terpercaya

About fiona angeline

Check Also

Seru-Nikmat-Goyangan-Papa-Mertuaku-Yang-Nikmat

Ayah Mertuaku Yang Gagah Perkasa (Part 1)

Seru Nikmat – Nama saya Nova, dan saya sudah menginjak kepala tiga. Saya sendiri sudah …